Saturday, January 17, 2015

Ini cerita boardgamenya lupa hehehe

Boardgame.
Belajar sejarah melalui Boardgame ternyata bisa cukup asyik dan menantang karena tidak hanya kemampuan sejarah kita yang akan dites, tetapi kemampuan strategis kita juga akan dites dengan berbagai Boardgame yang kebanyakan membuat kita harus memutar otak untuk menyelesaikan atau memenangkan permainan. Belajar dengan boardgame adalah salah satu cara belajar sejarah dengan cepat, karena kita hanya perlu memperhatikan dan bermain dengan sabar. Jika misalnya salah satu boardgame tersedia pertanyaan, itu dapat menuji kemampuan sejarah kita. Jika kartu sejarah yang ditampilkan itu memiliki efek tertentu terhadap permainan, kita bisa belajar sejarah juga dari kartu-kartu yang memilik efek tadi. Kalau misalnya kita mendapatkan kartu pertanyaan, dan kita tidak bisa menjawabnya, kita bisa sedikit-sedikit belajar dari jawaban pertanyaan yang tidak bisa kita jawab.
Hal-hal yang aku pelajari saat membuat Boardgame bersejarah ini, adalah dalam membuatnya, kita membutuhkan riset untuk sejarahnya, untuk permainannya sendiri, kita harus membuat konsep baru dan membuat cara bermain yang berbeda. Sejarah yang harus di taruh kedalam paket permainan lumayan sulit karena kami sempat berubah-ubah pikiran mengenai apakah memasukkan sejarah akan mempengaruhi permainannya dengan sangat berbeda atau tidak. Dikarenakan boardgame kami adalah boardgame tentang perang, sejarah-sejarah yang ditaruh dalam bentuk pertanyaan harus memiliki efek terhadap permainan, maka, kami membuat pertanyaan yang jika benar, maka pemain yang menjawabnya akan mendapatkan efek yang baru dan membantu sang penjawab. Pertanyaan yang dibuat haruslah pertanyaan tertutup karena jika yang dibuat adalah pertanyaan yang membutuhka jawaban yang tidak spesifik, maka para penjawab bisa menjawab dengan asal-asalan karena apapun jawabannya pastilah benar.  Untuk mengetahui bagaimana kekurangan dari boardgame kita masing-masing, kita harus bermain dengan keluarga kita atau dengan teman kita bersama-sama karena dengan begitu, kita tahu letak kesalahan dari board game kita. Permainan board game kita memang agak rumit, tapi jika sering memainkannya kita akan mengerti.

Semoga untuk para pemain yang memainkan board game kita bisa belajar sejarah dan strategi, juga matematika. Boardgame kami adalah karya kami semua dan kami sangat bangga dengan boardgame buatan kami. Semua ide untuk permainan ini murni dari pikiran kami sekelompok. 

Cerita singkat pahlawan Indonesia

KH.Zainal Mustafa
K.H Zainal Mustafa adalah seorang pahlawan Indonesia yang berasal dari Bageur, Cimerah, Singaparna pada tahun 1899. Sejak dahulu ia selalu belajar di berbagai pesantren karena ia selalu ingin belajar tentang agama. Hal ini membuatnya fasih dalam berbahasa Arab dan memiliki pengetahuan agama yang luas.  pada saat dimana ia pergi ke tanah suci mekkah, ia bertemu dengan berbagai ulama yang terkemuka dan sempat bertukar pikiran tentang keagamaan dan melihat pusat keagamaan di tanah suci. Pada tahun 1927, ia akhirnya membuka pesantren di kampungnya Cikembang. Nama pesantrennya adalah Sukamanah. Dari tahun ke tahun ia berkembang menjadi pemimpin yang karismatik dan Patriotik. Pada tahun 1933 ia masuk Jammiyyah Nahdhathul Ulama dan diangkat sebagai wakil ro’is Syuriah NU cabang Tasikmalaya.
Pada tahun 1940, ia secara terang-terangan memberikan ceramah dan kegiatan yang membangkitkan semangat kebangsaan dan sikap perlawanan terhadap para penjajah kolonial Belanda. Pernah, pada suatu hari, ia diturunkan dari mimbarnya oleh seorang kiai yang Pro dengan Belanda. Setelah perang dunia ke-2 ia dan kawan-kawannya yang melawan Belanda ditangkap oleh pemerintah Belanda atas tuduhan menghasut rakyat untuk melawan pemerintah Belanda. Sampai saat dimana Belanda menyerah ke Jepang, ia masih mendekam di penjara. Pada tanggal 8 maret 1942 ia akhirnya dibebaskan oleh pemerintah Jepang dengan harapan bahwa ia akan membantu Jepang dalam mewujudkan impian Fasisnya, tetapi dengan tegas ia menolaknya, bahkan, saat ia kembali ke Pesantrennya, ia memberikan ceramah singkat tentang Fasisme Jepang yang lebih berbahaya daripada Imperialisme Belanda.
Pada masa pemerintahan Jepang, ia dipaksa melaksanakan Seikerei, yaitu penghormatan kepada Kaisar dengan menundukkan badan ke arah Tokyo, baginya, hal ini bertentangan dengan agama Islam dan merusak Kiblat. Ia juga sering membangkang karena setiap kali para Alim berkumpul di alun-alun dan dipaksa untuk menundukkan badan kearah Kaisar, ia tetap berdiri, bahkan ia juga pernah memberitahu temannya bahwa tindakan tersebut adalah salah satu perbuatan musyrik.
Akhirnya, pada tanggal 25 Februari 1944, ia merencanakan perlawanan terhadap pemarintah jepang. Pemberontakan ini gagal karena pasukan musuh yang bersenjatakan lebih lengkap dapat mengalahkan pasukan yang sepenuhnya terdiri dari para Santri dan lawan dari perang ini adalah bangsa sendiri, membuat para santri menjadi ragu saat menyerang.

Ia diangkat menjadi pahlawan nasional pada tahun 1974 dari surat kepresidenan.

Tuesday, January 13, 2015

Hubungan RGC dan Fisika


Kemarin hari aku sudah menceritakan tentang gerak, energi potensial, kinetik, apa RGC itu, dan kecepatan.  Sekarang aku akan menjelaskan tentang hubungan semua itu di artikel satu ini.
RGC akan selalu berhubungan dengan Fisika karena semua hal yang mengerakkan mesin RGC berdasarkan hukum Fisika.   Trek-trek yang ada harus mengikuti hukum Fisika supaya bisa berjalan lancar.  Misalnya dari energi potensial dulu.   Di saat momen peluncuran benda, (bola misalnya), kita bisa mengetahui besarnya energi potensial dari 1.Massa bolanya, 2.Besarnya percepatan, dan 3.Tinggi dari momen peluncuran.  Kita bisa menghitung besarnya energi potensial berdasarkan ketiga hal tadi.  Dengan rumus untuk menghitung energi potensial. 
Yang kedua adalah hubungan RGC dengan energi kinetik.  Besarnya energi kinetik didapat dengan menghitung massa dan percepatan.  Energi kinetik berguna untuk mengetahui besarnya energi saat menabrak suatu benda.  Di RGC ini penting karena jika energi kinetik-nya besar dan trek-nya tidak stabil/tidak ada pagar, maka bola akan keluar dari trek dan RGC akan gagal.
Yang ketiga itu hubungannya RGC dengan kecepatan.  Kecepatan di RGC sangatlah penting untuk kestabilan dari trek.  Kecepatan dari setiap trek harus berbeda karena kalau salah coba-coba kecepatan nanti bola yang dari trek bisa keluar.  Trek juga harus didesain untuk bisa menahan kecepatan bola yang sangat cepat.  Trek yang bisa menahan bola yang cepat memang bagus, tapi disarankan kecepatan setiap bola dilihat dulu kecepatannya supaya kalau merancang treknya nanti bisa tahu harus seperti apa jenis trek yang harus dibuat.  Supaya RGC tidak terlalu cepat durasinya, aku sarankan untuk membuat trek yang mengharuskan bola untuk berjalan dengan kecepatan lambat.  Dengan begitu, durasi RGC bisa lebih lama dan lebih senang untuk dinanti.
Yang terakhir adalah gerak.  Gerak dari RGC tidak selalu berubah-ubah karena biasanya saat kita membuatnya kita harus bisa mengetes-nya berulang kali agar semua hasilnya sama.  Jika gerakan dari bola RGC salah 1 milimeter saja bisa berakibat fatal untuk selanjutnya.  Untuk itu aku sarankan untuk mencobanya berulang-ulang supaya semua hasil yang diberikan selalu sama.

Intinya adalah kita harus membuatnya sesempurna mungkin supaya setiap kali kita menjalankannya hasil yang diberikan akan selalu sama.

Sunday, January 11, 2015

Press release buat board gamenya

Board game Andaliman.
Teman-teman tahu kan, permainan board game itu apa?, kalau yang tidak tahu nih, boardgame itu adalah permainan yang dimainkan diatas board atau papan. Boardgame yang terkenal ada banyak, sebut saja Monopoly atau Catur, kedua contoh boardgame tersebut adalah contoh board game yang lumayan dikenal orang. Contoh lainnya yang kurang terkenal mungkin namanya Halma, cara bermainnya hanyalah menyebrang dari satu sisi ke sisi yang lain.
Nah, di Andaliman sekarang ini, kita lagi membuat board game yang rame dan seru, namanya pejuang Jawa. Cara bermainnya cukup rumit, tapi dijamin asik deh buat mengisi waktu. Permainan ini bisa dimainin dari 2-3 orang, jadi, kita mainnya bareng-bareng biar asik. Kalau buat temen-temen yang tau Battleship, mungkin temen-temen bakal langsung ngerti cara mainnya. Buat yang nggak tau tenang, kita udah nyiapin kok kertas petunjuknya, jadi nanti temen-temen pasti bisa belajar dulu aturan-aturan dasar yang penting. Nanti, kalau udah jadi, kita bakal ngerilis mainannya ke seluruh smipa, biar temen-temen kalau lagi bosen pas istirahat bisa main board game buatan kita buat ngisi waktu, pasti gak bakal kerasa deh, waktunya udah abis pas lagi mainin.
Board Game kami bernama pejuang Jawa, game ini bertemakan perang di Jawa, kalian bisa memilih mau menjadi kubu yang mana, pejuang Jawa, penjajah Belanda, atau kaisar Jepang. Cara untuk menangnya pun, mudah, kita hanya harus menguasai seluruh daerah yang ada, caranya adalah dengan mengunakkan dadu yang akan menunjukkan tempat markas yang bisa kita pilih unutk buat atau tidak.

JIka teman-teman masih penasaran, tunggu saja di Smipa ya!

Saturday, January 10, 2015

Puisi Jawa

Jawa yang menakjubkan.
Kau yang berdiri di lautan luas
Kau yang mempunyai pasukan api raksasa
Kau yang dianugerahi oleh lautan luas
Kau pelindung daratan dan lautan
Kau pemberi dan pegambil anugrah hidup

Kau perkasa di dunia yang luas ini

Fisika

Rube Goldberg Machine:
Rube Goldberg Machine atau Rube Goldberg Contraption adalah alat yang didesain oleh Rube Goldberg.  Rube Goldberg Contraption (RGC) menggunakan sistem reaksi berantai.  Misalnya kalau kita melempar batu kearah orang, orang itu kaget dan menghindar kearah tong sampah disebelahnya, karena terbentur orang, tong sampah tadi jatuh, saat tong sampah jatuh ada orang lewat dan tersandung tong sampah sehingga jatuh.  Kalau mau tahu separti apa RGC berjalan, kau bisa melihat ke youtube dengan keyword ”Pythaghoras Switch”.  Jika ingin membuat sendiri, yang harus diperhitungkan adalah benda apa saja yang mau dipakai, sudut kemiringan, dan perhitungan yang cukup rumit.  Karena kalau mau RGC berjalan dengan lancar, kita harus mencobanya terus supaya hasil yang diberikan selalu sama.
Energi Potensial:
Energi Potensial adalah energi yang berhubungan dengan gaya dan lingkungan sekitarnya.  Kalau masih belum mengerti, kita bisa mencari contohnya dimana saja, misalnya di arena tinju.  Saat seorang Boxer sedang bersiap meninju lawannya, ia akan menarik tangannya ke belakang sejenak untuk mengambil Momentum.  Energi Potensial yang ada di Boxer tersebut berasal dari otot-otot di tangannya yang bersiap untuk memukul.  Besarnya energi potensial bergantung dari massa suatu benda.  Misalnya, kalau orang mau melempar kaca dengan bola kertas, massa kertas yang kecil menyebabkan energi potensial-nya kecil, karena itu kaca tidak bisa dipecahkan dengan bola kertas.  Bola kertas yang terkena kaca itu langsung hilang energi potensialnya karena telah berubah menjadi energi kinetik.
Energi Kinetik:
Energi Kinetik adalah energi  yang berasal dari suatu benda.  Misalnya saja Boxer tadi, setelah ia meninju lawannya, akan ada energi disitu yang menyebabkan lawannya lebam dan berdarah.  Energi Kinetik juga berhubungan dengan massa dan kecepatan.  Apabila misalnya kita menembakkan sebuah peluru yang beratnya hanya 75 gram tapi ditembakkan dengan kecepatan yang tinggi, targetnya pasti akan hancur karena energi kinetik yang diantarkan oleh peluru itu berasal dari kecepatan yang sangat tinggi.
Kecepatan:
Kecepatan adalah besaran gerak suatu benda yang dihitung berdasarkan satuan.
Gerak:
Gerak adalah perpindahan suatu benda dari lokasi awalnya.  Gerak kadang bisa dilihat oleh kita sebagai ilusi optik, karena itulah gerak terbagi menjadi 2, yaitu gerak semu dan non-semu.
Gerak Semu: Gerakan semu adalah gerakan yang terjadi karena ilusi optik.  Misalnya saat kita di kereta yang diam, di seberang kita ada kereta yang berangkat.  Mata kita melihatnya seperti kereta kitalah yang bergerak, bukan kereta diseberang kita.  Gerak ini disebut gerak semu karena dihasilkan oleh ilusi optik.

Gerak Non-semu: Gerakan non-semu adalah gerakan yang memang berjalan.  Misalnya saat kita berlari, kita tandanya sedang melakukan gerak non-semu. 

Cerbung buat majalah sekolahku

Petualangan Dani

 hai, aku bernama Dani, aku tinggal di malaysia, tepatnya di Serawak. Aku tinggal sangat dekat dengan perbatasan, sehingga jika Aku ingin ke Indonesia, aku bisa hanya dengan berjalan kaki dari rumahku, dan menunjukkan paspor. Nah, pada ulang tahunku yang ke-17, aku pindah ke Indonesia, demi mengejar pendidikan. aku sekarang sekolah di universitas gadjah mada, di yogyakarta, dengan mengambil jurusan Antropologi budaya, dan beginilah ceritaku di hari pertama aku masuk sekolah.
“aduuuh, pagi di yogyakarta dingin banget!, brrrrr bisa-bisa di hari pertama aku sakit flu lagi.” Keluhku di pagi hari. Aku kira Jawa tidak sedingin ini, kukira hanya seperti serawak, ternyata sedingin ini ya yogyakarta . Setelah bangun, aku langsung pergi mandi dan sarapan, setelah itu, aku pergi menuju Universitas Gadjah Mada, atau UGM jika disingkat untuk memudahkan. Untung kos-kosanku dekat dengan Universitas yang aku tujui, jadinya kalau kesana, aku bisa dengan berlari, atau naik motor.
Setelah sampai disana, aku pergi ke fakultasku, fakultas ilmu budaya, aku ternyata datangnya terlalu pagi, jadwal yang tertera adalah 08.00 WIB(Waktu Indonesia bagian Barat), sedangkan jam tanganku  menunjukkan 06.00 WITA, aku ternyata datangnya terlalu pagi! “Hyahhhhhhhhhhhh, males benget nungguin dosen satu jam.” Kataku dengan muka masam. “Ngapain ya?” kataku sambil berpikir. Setelah 10 menit menunggu, akhirnya ada orang datang, yes!, siapakah dia?, daaaaan, dia hanya seorang mahasiswa, seperti aku, saat kulihat dia, ternyata dia seorng perempuan, umurnya pasti sama seperti aku mungkin agak muda dikit? Ya aku tidak tahu. Kemudian, ia duduk disebelahmejaku.
“Hey, namamu siapa?” Tanya dia
“Oh, ehh namaku Dani, namamu siapa?” jawabku dan tanyaku lagi.
“Oh, namaku Siti.” Jawabnya.
“Kamu kayaknya, bukan dari sini ya?, dari Jawa maksudnya gitu.” Tanya dia
“Oh, iya, ak memang bukan dari sini, aku berasal dari Malaysia, Serawak tepatnya.” Jawabku dengan malu-malu,maklum aku tidak biasa biasa bicara dengan perempuan.
“Oh, dari serawak ya, orangtuamu darimana?” Tanya dia lagi.
“Oh, kalau orangtuaku sih dari Indonesia, kami tinggal karena supaya orangtuaku bisa dekat dengan pekerjaannya, supaya kalau pulang-pergi gampang.” Jawabku lagi. Dan terus-menerus kita berbincang-bincang satu sama lain, lama sekali, sampai-sampai waktupun berlalu dengan waktu yang berlalu rasanya sangat sebentar, Akhirnya Dosen kamipun datang.
perkenalan murid baru yaitu Dani, dia pindahan dari malaysia. Setelah Dosen kami menerangkan pelajaran-pelajaran dan dan  tentang antropologi ilmunya, dan lain-lain, aku akhirnya selesai belajar juga setelah mabok-mabokan selama 2 SKS.
“Yaa, anak-anak, pelajaran selesai disini ya, kita ketemu 3 hari lagi, biar kalian senang, bapa akan memberikan pr, yang pastinya mudah ya, untuk kalian, ya mau di kasih pr apa ?” Kata Dosenku, pak Dadhi.
“Pr Baca buku paak!” jawab seluruh kelas.
“Oh, ya Pr, bikin peta budaya yang tentang masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat jawa ya!, terserah mau secra mitologis atau fakta, saya tidak peduli!, pokoknya hari Kamis, sudah jadi!, jangan ada yang telat! Bikinnya perkelompok dan 2 orang, bapak ingin laki-laki dan perempuan dicampur, kita lihat bagaimana hasilnya.” jawab dosenku dengan suara agak teriak.
Setelah mendapatkan pr yang sulit, aku yang bukan orang Jawa, malah sangat kesulitan, untung saja, Siti, mau menjadi teman sekelompokku, ia orangnya ramah, baik, dan mau mengajariku banyak hal, yang tidak kumengerti, untung saja ia orang Jawa, jadinya semua tentang masyarakat jawa ia tahu.
“Eh, kalau yang ini aku nggak ngerti.” Katanya tiba-tiba saat kami sedang mengerjakan petanya.
“Yang mana? Yang mana?” Tanyaku.
“Tentang darimana masyarakat jawa datang dan bagaimana mereka menyebar.” Jawabnya dengan muka  tercenung.
“Waduh, kamu aja nggak tau, apa lagi aku, yang bukan orang Jawa.” Jawabku dengan muka panik.
“Yaudah kalo nggak bisa, kita cari aja di perpustakaan, kali ada.” Katanya dengan santai
“Oh, yaudah aku ngikut aja hehehe.” Kataku dengan senyum
Lokasi perpustakaan tidak terlalu jauh, gampang dicapai, disana katalognya canggih banget, udah make komputer, jadi gampang kalau mencari buku, tapi kalau mencari buku referensi masih agak susah, harus mencari langsung kalau mau gampang. Biar lebih enak sih, tanya aja ke penjaga perpustakaan.
“Eh.., halo permisi, ibu Tuti ya, penjaga perpustakaan ?” Tanya Siti kepada Ibu penjaga perpustakaan.
“Ssssssttt, pelankan suaramu, orang-orang disini lagi baca buku dengan tenang, kalau mau teriak-teriak sana ke lapangan!” Jawabnya sambil menyilangkan jari di depan bibir, menunujukkan tanda bahwa kami harus memelankan suara kami, mukanya kelihatan agak galak.
“Eh.., iya maafkan saya kalau saya agak berisik ini anu, kalau buku referensi ada tidak ya?” Tanya Siti lagi, kali ini dengan suara yang lebih pelan daripada yang tadi.
“Mau buku referensi tentang apa?” Tanya ibu Tuti dengan lebih ramah sekarang.
“Ini tentang penyebaran masyarakat jawa dan kalau bisa sampai dari awalnya mereka datang.” Kata Siti.
“Ya sudah pergi ke lemari M-2, cari yang barathayudha, banyak sekali referensinya disana.” Jawab ibu itu, dengan gesture menunjuk kearah kanan kami.
“Terima kasih banyak ibu!” Jawab Siti sambil agak membungkuk.
Lalu kamipun, pergi menuju ke rak M-2, disana kami mencari buku yang bernama Barathayudha, untung ada 2, kamipun membacanya bisa sendiri-sendiri. Disana kami  tau kalau menurut legenda pewayangan kalau masyarakat Jawa, itu semuanya berasal dari arjuna, cucu arjuna maksudnya, namanya Parikesit, nah, parikesit ini melahirkan banyak keturunan, yang nantinya adalah para raja-raja di Jawa dan dari ini kami langsung mengambil kesimpulan bahwa Masyarakat Jawa dan seluruh budayanya berasal dari India, disana juga dituliskan, bahwa tanah Kurusetra, tempat perang Barathayudha, berada di Jawa, bukan di India, pernyataan di buku ini membuat kami semakin yakin dan menyimpulkan bahwa, orang-orang jawa yang berada di Indonesia semuanya berasal dari India, dan bisa jadi kita sekarang ini berdiri diatas para Pandawa dan kurawa yang ada beribu-ribu tahun yang lalu, berperang demi thakta.                                                                               
Setelah selesai membuat peta itu, aku kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada Siti, karena tempatku, yang dekat dengan kampus, aku harus berkorban, supaya Siti tidak usah pulang pergi kerumahnya sendiri.
Saat aku sampai dirumahku, aku langsung tidur, karena ternyata untuk menyelesaikan semua tugas itu, aku dan Siti membutuhkan waktu sekitar 12 jam mulai dari jam 11 siang, waaw!, lama benget!, udah ah, mending aku tidur sekarang biar tidak terlalu kelelahan, aku langsung tidur saja tengkurap, ohh, lembutnya kasurku.
Cerita 1-T.A.M.A.T  
Oleh:  Krisna dan Martin