Monday, August 31, 2015

Pos bahsa Inggris!

Sekarang, saatnya pos bahasa inggris!

So, a guy commented about the dark knight rises movies. And he said that the movie is too much drama and Bane's origin is not quite explained. So, this is approximately, my reply to him.

It’s one of the best Batman movie man. To me, there are not much drama. For a person who love the action of Batman, maybe this is not the movie for you. But, for someone who wants to know how to be The Batman, this movie shows you all the pain, struggle, determination, courage, and will to protect the city he loved. The city that he always give.

Bane’s role in this movie is really strong. He even had a neck and neck presence with the Batman himself. To me, Bane’s role is to break the bat. Both literally and metaphorically. Because he break Batman’s bat. And then he tries to break Batman’s will by putting him in the pit. The hell in earth.
Well, for me, myself as a Batman fan. This movie deliver the aspects of becoming the Batman. That is not to feel no fear, but to embrace fear itself. And not only strong body is needed to become the Batman. But a strong will and spirit is needed. Because if we have a strong spirit. Even the mightiest bullet cannot pierce it. And Bane’s role in this movie are really-really great. Not only he break the bat. He even threw him to a place with no hope. Made him suffer and angry. Because he cannot save the city he loved.

Of course, my only regrets in this movie is. There is no presence of batgirl. Even the hint is nowhere to be seen. Robin exist, but Batgirl? No she;s not. I mean come on! Batgirl is an important role to! Yeah, well that is the only thing that makes me regret of Nolan;s direction.

But, the one thing though that makes me eager to watch this movie again and again is, Batman’s and catwoman’s presence. Yeah, her presence give some spice to batman. Not only darkness and fear, but some love, light and hope too. So yeah, the catwoman’s presence is to make Batman have someone to love to. Not only Alfred. And Rachel. And Talia. And so on 

So how about it? Is it good enough to explain it to him? Or do i a bit off course from the subject? And sorry for the bad grammar!

And the picture is from a guy in deviantart. The poster pretty much makes remember the new game of Batman. Called Batman: Arkham knight. And the thing that makes me remember is "a fire will rise" And "The legend ends". Both are the last entry of the entire franchise. Game and movie. So this poster really really tells me that the legends of batman ends here. Both  nolanverse and arkhamverse.

Here's the link for the picture: http://thepunkis23.deviantart.com/art/The-Dark-Knight-Rises-Poster-Chalk-by-Punkis-333047262

Saturday, August 15, 2015

MOS

1 Minggu yang lalu, lebih tepatnya 1 minggu 4 hari sebelum tulisan ini dikirim. Sekolah saya mengadakan acara yang ditunggu-tunggu setiap tahun. MOS. Bagi beberapa orang, yang langsung terngiang di kepala mereka saat mendengar kata MOS adalah membawa barang-barang aneh, menginap di sekolah, senior yang meneriaki juniornya, dan yang paling parah adalah kekerasan ala militer yang mereka bawa ke hati juniornya. Memberi kekerasan ala militer dan meneriaki juniornya adalah hal yang tidak diperlukan sebenarnya. Bahkan, bisa membuat rasa takut dan kebencian dari junior ke seniornya. Atau yang paling buruk dari semuanya adalah mereka jadi membenci sekolah itu sendiri. Bagi yang memiliki hati dan mental yang kuat, mungkin mereka dapat bertahan selama 1 tahun ajaran. Tapi bagi yang tidak, mereka bisa jadi “meledak”. Karena itu, bagiku MOS yang seperti itu dibuat sebagai ajang untuk senior melampiaskan semua amarah, kebencian, dan pembalasan mereka selama 2 tahun ada di sekolah itu. Sebenarnya ada cara yang lebih bagus dari itu. Misalnya apabila para seniornya membuat pekan orientasi itu sebagai ajang untuk membantu junior melakukan adaptasi atau membuat mereka produktif. Bukannya membuat mereka mengeluarkan rasa takut dan benci terhadap senior. Tapi kita tidak disini bukan untuk membicarakan tentang MOS-MOS yang ada di sekolah lain. Kita disini membicarakan MOS yang ada di sekolah saya.

Seperti yang sudah saya beritahukan tadi, MOS yang harusnya ada untuk sekolah-sekolah adalah membuat para junior bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru atau membuat mereka lebih produktif. Nah, itulah yang dilakukan di sekolah saya. Asal tahu saja, sekolah tempat saya menimba ilmu sekarang adalah sekolah dengan cara pembelajaran yang cukup unik. Sekolah saya, menggunakan metode project based learning. Berarti kami belajar macam-macam melalui sebuah proyek atau tema tertentu. Dari namanya saja sudah sangat unik, bagaimana cara junior ini, yang masih baru sekali mengenal metode belajar project based learning bisa mengikutinya? Jawabannya adalah MOS. MOS yang diberikan pada tahun ini adalah mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di sekolah kami. Tema masalahnya ada 3, yaitu energi, sampah, dan air. Dari temanya ini, kita bisa lebih mudah mengidentifikasi masalah yang ada. Sebagai senior, saya ikut andil dalam kegiatan ini. Fungsi saya dan teman-teman senior saya, adalah menjadi guru atau “kakak” pembimbing junior kami dalam kegiatan ini. Memang terbukti cukup sulit, karena sebagai seorang “kakak” saya harus memotivasi junior saya dalam mengeluarkan ide mereka. Pada awalnya adik kelas saya masih terlihat malu-malu dan kelihatannya tidak terlalu mengerti dengan metode belajar yang baru ini. Tapi dengan bimbingan yang baik dan motivasi yang bagus, mereka terlihat menjadi lebih andil dalam kelompok mereka. Yang lebih bagus lagi adalah di akhir pekan MOS ini, mereka harus mempresentasikan solusi mereka atas masalah yang sudah di identifikasi. Dan dari hasilnya, mereka terlihat lebih percaya diri dan semakin dekat dengan senior. Membuat ikatan persaudaraan yang kuat berdasarkan kasih sayang, bukan berdasarkan rasa takut.


Nah, menurut saya itulah MOS yang paling bagus untuk junior yang baru masuk ke lingkungan baru. Alih-alih memberikan rasa takut tentang lingkungan yang baru mereka masuki. Kita berikan mereka sebuah kegiatan yang membuat mereka terbiasa dengan lingkungan baru itu. Dan kegiatan ini tidak harus selalu tentang mencari masalah dan solusinya, tapi bisa juga meneliti sesuatu atau membuat sebuah forum diskusi yang asik dan sesuai minat mereka. Yang jelas, mari kita buat mereka lebih produktif di masa muda mereka!

Monday, June 8, 2015

Jika aku menjadi Purnawarman

Purnawarman.
Menurutku Purnawaman pada masanya adalah seorang raja yang hebat. Ia dapat memajukan Tarumanagara dalam masa pemerintahannya menjadi kerajaan yang sangat maju pada masanya. Ia berhasil mengamankan Tarumanagara untuk dipimpin oleh para generasi masa depan selama beberapa generasi. Salah satu perbuatannya yang paling hebat menurutku adalah pengaturan irigasinya. Ia membuat banyak kanal dan saluran irigasi. Ia bahkan disebut-sebut sebagai wisnu sang raja dunia, mungkin sebuah bentuk lain dari Wisnu. Ini melambangkan kalau ia sangat hebat dan termahsyur sehingga mendapatkan gelar itu. Karena itu pula, aku memilih Purnawaman sebagai raja yang paling hebat dari semuanya.

Kalau aku yang menjadi Purnawaman pada waktu itu, mungkin aku akan mencoba untuk membuat sebuah hukum yang menyatakan bahwa tidak boleh ada orang yang melakukan kudeta terhadap raja. Juga jika mencoba untuk melakukan kudeta, maka jawabannya adalah dipenggal. Sistem perkanalan juga ditelusuri ulang, dilihat apakah sudah betul atau masih bisa diperbagus. Juga kesejahteraan rakyatlah yang paling penting. Karena jika aku bisa menyejahterakan rakyat atau memperkaya negara, bisa membantuku dalam menabung kepercayaan dalam masyarakat. Kemudian, aku akan mengeluarkan wamil supaya kekuatan militer semakin kuat, dengan alasan untuk melindungi kerajaan. Baru, aku akan menyerang kerajaan lain.

Sebuah diskusi di De Vries. 30/4/2015


Diskusi pada hari ini bukanlah diskusi kami biasanya.  Kali ini kami mengikuti diskusi bersama sebuah tokoh terkenal, namanya Acil Bimbo.  Bapak Acil ini, ada untuk mengajak kita berdiskusi mengenai budaya Indonesia yang makin lama kelihatannya makin tersingkir di dalam negara sendiri.  Saat mau masuk kedalam gedung diskusi, kita bisa melihat-lihat dulu berbagai barang yang dipajang disana.  Benda-benda itu menceritakan tentang bank saat dulu.  Disana juga ada  gambar timeline dari zaman ke zaman.  Tentang ibu Inggit Garnasih, tentang laihrnya Sarekat islam, Tjokroaminoto, dan lain-lain.  Di lantai bawahnya juga ada banyak foto-foto masa lalu.  Foto tentang masyarakat, foto keterangan, foto kenangan,dan lain-lain.  Di dekat tempat diskusi, kita disuguhi banyak informasi tentang alun-alun.  Rute untuk berkeliling Bandung kota lama, sejarahnya, dan lain-lain.
Saat sampai waktunya untuk berdiskusi, kita semua langsung mencari tempat duduk.  Banyak yang datang pada acara ini, jadinya ada juga yang berdiri.  Saat baru dimulai, diperlihatkan film kecil tentang orang-orang yang sedang membersihkan tugu-tugu kecil di pinggir jalan.  Usaha yang mereka berikan memang sangat bagus.  Dari yang asalnya sudah kotor dan hampir tidak kelihatan, sekarang jadi bagus dan kinclong, baru.  Akhir dari film itu menandakan awal mulanya diskusi kita.  Sebenarnya kalau mau dibilang diskusi itu tidak terlalu masuk.  Lebih ke arah pak Acil yang sedang memberitahu kita tentang rapuhnya budaya kita sekarang ini.  Bagaimanapun, ini membuatku mendapatkan pengetahuan baru, dan bisa berpikir lebih jauh tentang apa yang sebaiknya dilakukan Indonesia apabila mendapatkan hal yang seperti ini lagi. 

Yang paling bagus menurutku berasal dari bapak Hernawan, atau siapa dia itu, aku lupa.  Tapi poinnya sangat bagus.  Karena menceritakan tentang negara Indonesia yang terlalu menerima budaya barat.  Seharusnya kita bisa seperti negara-negara asia lainnya yang bisa mengembangkan industri film negara sendiri.  Misalnya Korea, mereka membuat hukum yang menyatakan kalau ada 1 film barat yang masuk ke Korea, 2 film Korea harus dibuat.  Dengan begini, lama kelamaan orang-orang pasti akan menonton film Korea sampai-sampai film barat porsinya jauh lebih kecil daripada film Korea.  Indonesia harusnya juga bisa seperti itu.  kita harus bisa mendukung industri kreatif negara sendiri.  Apalagi yang mendukung budaya kita.  Kita bisa seperti negara-negara asia tadi, hanya saja start kita yang agak terlambat.  Tapi aku yakin, pada suatu hari di masa yang akan datang, industri film Indonesia bisa sama majunya dengan industri-industri negara lain.

Thursday, April 23, 2015

Dilan

ISBN:978-602-7870-41-3
332 halaman
Penerbit
: Kerja sama Pastel Books dan Mizan
penulis: Pidi Baiq
Spoiler Alert!

Dilan adalah sebuah buku.  Sebuah buku yang dibuat oleh Pidi Baiq.  Buku ini adalah sebuah mahakarya yang sangat bagus.  Karena menceritakan tentang seorang anak SMA yang sedang didekati oleh seorang cowok di sekolahnya dengan cara-cara yang tidak dapat dibayangkan.  Memberikan sebuah keinginan di dalam hati kita.  Keinginan untuk para lelaki, menjadi Dilan.  Dan untuk para wanita memiliki lelaki yang seperti Dilan.  Aku yakin untuk para pembaca di awal-awal pasti tidak akan melepaskan buku ini dari tangannya.  Karena buku ini begitu bagus dan begitu menarik untuk tidak dibaca.  Dari kaver-nya saja sudah menarik perhatian orang, dalamnya lebih lagi.
Bagian yang paling kusuka adalah semua saat dimana Dilan merayu Milea, karakter utamanya untuk menjadi pacarnya.  Tapi jika kita membacanya, rasanya hampir tidak mungkin dilakukan orang, membutuhkan rasa percaya diri yang sangat besar untuk melakukannya.  Apalagi di awal-awal.  Menurutku cara Dilan merayu Milea sangatlah keren.  Benar-benar hebat.  Top sekali!  Aku sendiri sehabis membaca buku ini mencoba sepertinya.  Tapi benar-benar sulit untuk mendekati atau mencobanya.  Kalau ada yang bisa seperi Dilan, aku akan memberikannya tepuk tangan dan akan kusebut dia kakak atau Master selamanya. (dengan catatan dia berhasil).  Di saat Dilan melawan seorang guru di sekolahnya karena sang guru tidak menghormatinya.  Itu keren sekali.  Karena itu menunjukkan kalau harga dirinya tidak bisa diturunkan.  Bahwa jika ada orang yang mau dihormati, dia harus menghormati orang dulu.
Karena Dilan adalah seorang anggota geng motor di sekolahnya.  Pastinya dalam beberapa saat dia terkena masalah akibat perbuatannya.  Dalam buku tidak diceritakan dia terlibat dalam kegiatan-kegiatan ilegal yang dilakkan oleh teman-temannya.  Tapi tetap saja dia terkena getahnya juga akibat teman-temannya.  yang tidak aku sukai dari Dilan adalah itu.  mengapa dia masuk ke dalam anggota geng motor.  Padahal harusnya kalau dia hidupnya agak lurus sedikit, pasti lebih bagus.  Akibatnya dia sering dituduh dalam perbuatan-perbuatan ilegal yang dilakukan teman-temannya.  pernah ada anggota geng motor sekolah lain yang datang untuk mencari temannya.  Dia akhirnya juga terkena akibatnya karena dia adalah anggota geng motor sekolahnya.

Buku ini sangat bagus.  Dan juga menceritakan tentang Bandung dengan sangat bagus.  Karena kita diberitahu tempat-tempat romantis yang ada di Bandung.  Diceritakan keindahan dan misteri Bandung.  Aku memiliki harapan tinggi untuk kelanjutan buku ini.  Aku ingin buku ini memiliki sekuel.  Karena ceritanya yang sangat bagus dan cara penceritaan Pidi Baiq yang sangat cantik.  Semoga saja Pidi Baiq mau membuat kelanjutan buku ini.  Amiiin.

Saturday, April 18, 2015

pertemuan bersama seorang pengembara

Sebenarya saat kedatangan tamu ini sudah lama.  Saya sendiri sampai lupa, baru ingat sekarang kalau dia adalah salah satu nara sumber yang hebat di kelas saya.  Dia hampir keliling dunia dalam waktu 3 bulan.  Hebatnya dia itu, memang tidak bisa dibayangkan.  Aku saja yang baru pergi selama seminggu saja di Indonesia sudah tidak betah, bagaimana kalau tiga bulan?  Mungkin itu harus dibangun dari diri sendiri, supaya makin tahan hidup di luar. 

Nama dari narasumber itu adalah Icak.  Dia sudah pergi ke daerah-daerah di asia selama 3 bulan.  Perjalanannya dimulai dari Bandung menuju Thailand.  Kebanyakan perjalanan yang ia jalani melewati jalur darat.  Jalur darat, ya, tidak salah liat.  Beratus-ratus kilometer ia lalui menggunakkan mobil, jalan kaki, motor, dan lain-lain.  Staminanya sangatlah besar.  Memang, perawakan tubuhnya terlihat besar juga.  Dari Thailand, ia memilih untuk pergi ke mekkah nantinya, untuk naik haji, sebagai salah satu jalurnya dan tujuan akhirnya.  Sayangnya, setelah pergi ke timur tengah, ia tidak mendapatkan visanya, jadi ia kemudian berkeliling asia sambil pulang akhirnya.


Cerita perjalanannya diperlihatkan di buku yang ia cetak bernama 51.  Buku itu menceritakan perjalanan dia berkeliling dari negara ke negara dalam 51 foto disertai penjelasan.  Dari beberapa foto itu ada yang agak sadis, tapi itu budaya mereka.  Yaitu foto tentang mayat orang yang dibuang ke gunung untuk dimakan oleh burung Kordon.  Mereka melakukannya karena mereka percaya kalau burung kordon itu akan membawa jiwa yang sudah mati ke langit.  Foto yang tak kalah indahnya adalah foto di malam hari gunung Cina.  Dia memotret di momen yang sangat pas.  Di langit yang tidak berawan dan jernih akan cahaya bintang.  Membuat kita serasa sedang berada di planet lain, bukan bumi, sedang dalam perjalanan ke tempat lainnya.    

Fishbowl 3

Fishbowl kali ini mendiskusikan tentang Teknologi, membuat bodoh atau membuat pintar?
Teknologi itu pada dasarnya berguna untuk membantu dan mempermudah kehidupan manusia.  Teknologi bisa dibilang sebagai perpanjangan dari tubuh kita karena hampir semua yang bisa teknologi lakukan, bisa kita lakukan.  Hanya saja, mereka mempermudah semua itu.  teknologi yang saya maksud disini bukan hanya gawai atau tv, tapi lebih kedalam artian yang lebih luas, semua jenis mobil.  Dari pensil sampai pesawat.  Menurutku, teknologi itu tidak memperbodoh kita asalkan kita tidak diperbudak oleh teknologi.  Mengapa kita menjadi bodoh oleh teknologi karena kita membiarkan diri kita diperbudak oleh mereka.  Di zaman modern ini, penggunaan teknologi sangat banyak dipakai.  Hampir tidak mungkin orang dapat hidup tanpa teknologi.  Yang dapat membuat kita pintar adalah teknologi, yang dapat membuat kita bodoh juga teknologi.  Jadi, jika kita bertanya kepada diri sendiri, apakah teknologi membuat kita bodoh, menurutku jawabannya tidak karena itu yang membuat kita bodoh adalah diri kita sendiri dan kita tidak bisa menyalahkan teknologi untuk itu. 
Karena tema dari fishbowl kali ini adalah teknologi, ide-ide yang bermunculan dari teman-teman dikelas sangatlah banyak.  Beberapa dari mereka mengeluarkan pendapat yang bagus, ada juga yang kelihatannya biasa-biasa saja.  Tapi dari yang kali ini, semuanya bagus-bagus dan membuka mata kita.  Walaupun menurutku seorang pihak sangat ditekan disini.  Teman saya kelihatannya sangat ditekan tanpa sebuah maksud.  Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ke dia menurutku sangat memojokkannya, jadi fishbowl kali ini tidak seperti biasanya, terlalu menekan satu pihak.  Kelancaran dari fishbowl ini juga tidak terlalu terlihat, karena jeda-jeda dengan keheningan yang sangat lama ada di setiap orang habis mengeluarkan pendapat.  Ide-ide yang dikeluarkan tidak mengalir terus seperti biasanya, mungkin karena pembahasan kali ini dan persiapan dari kami yang masih kurang.
Beberapa diskusi yang hebat terjadi di bagian awal-awal fishbowl ini.  Ada ang mengatakan kalau teknologi tidak membuat kita pintar, kita sendiri yang membuat diri kita pintar.  Tetapi, di zaman ini banyak orang yang salah menggunakkan teknologi, yang berujung kepada diri mereka yang jadi malas-malasan.  Apalagi di zaman ini.  Zaman informasi.  Informasi apapun sekarang lebih mudah didapat.  Hal sekecil apapun yang dikeluarkan di internet pasti akan ada disana, tidak pernah hilang.  Karena itu kadang, kalau kita sedang mencari sebuah informasi, internet bisa menjadi sebuah gudang informasi yang sangat besar.  Satu-satunya kendala dari internet adalah sumbernya.  Jika kita ingin mencari sumber denganlebih mudah dan terpercaya, kita bisa memakai media buku.  Tapi untuk mengakses ke media buku ini, kita harus mengeluarkan uang lebih.  Dengan pesatnya teknologi berkembang, orang-orang bisa menjadi pemalas karena teknologi.  Karena itulah kita tidak boleh terlalu bergantung kepada teknologi.
Cara kita menyikapi teknologi adalah dengan menjaganya selayak badan kita.  Tentu, mereka bisa dibuat lagi, bisa dibeli lagi.  Tapi, tidak selamanya teknologi itu ada.  Pasti akan ada masanya dimana kita tidak memakai teknologi atau benda canggih lainnya.  Penggunaan teknologi biasa itu tidak apa-apa, tapi kalau penggunaan gawai mungkin harus lebih dikurangi karena bisa menimbulkan radiasi dan lain-lain.

Sekadar pengingat untuk kaum remaja.  Lebih berhati-hatilah dalam menggunakkan gawaimu, jangan terlalu sering menampilkan informasimu di media sosial.  Karena ada banyak mata yang melihat. Dan semuanya bisa melihatmu disana.